Hubungan antara asupan serat harian dengan status gizi pada remajausia 13-15 tahun di SMPN Model Terpadu Bojonegoro
Kata Kunci:
Status Gizi, Asupan Serat, RemajaAbstrak
Latar Belakang : Prevalensi status gizi kurang pada remaja di indonesia usia 13-15 tahun mencapai 8,7% (dengan tingkat sangat kurus sebesar 1,9% dan kurus sebesar 6,8%). Sementara itu, kondisi gizi lebih ditemukan pada 16% remaja (terdiri dari gemuk sebesar 11,2% dan obesitas sebesar 4,8%). Tujuan : Menganalisis Hubungan antara asupan serat harian dengan status gizi pada remaja usia 13-15 tahun di SMP Model Terpadu Bojonegoro. Metode Penelitian : Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling simple random sampling. Sampel penelitian 83 responden. Pengumpulan data dengan wawancara dan observasi pengukuran status gizi remaja dan instrumen yang digunakan adalah formulir recall 24 jam. Hasil Penelitian: (1) gambaran status gizi pada remaja dari 83 responden terdapat 6 (7,2%) gizi kurang (thinnes), 51 (61,4%) gizi baik (normal) 14 (16,9%) gizi lebih (overweight) dan 12 (14,5%) dengan gizi obesitas. (2) Tingkat asupan serat siswa dari 83 responden terdapat 65 (78,3) asupan serat kurang, 18 (21,7%) dengan Tingkat asupan serat cukup. (3) berdasarkan hasil uji statistic spearmen rank correlation test diperoleh nilai p value 0,879. Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi serat dengan status gizi remaja usia 13-15 tahun di SMP Model Terpadu Bojonegoro.