Hubungan Asupan Lemak dengan Status Gizi Remaja Usia 13–15 Tahun di SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro

Penulis

  • Anis Jezilah Prodi S1 Gizi, STIKes Muhammadiyah Bojonegoro Penulis
  • Sudalhar Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit, STIKes Muhammadiyah Bojonegoro Penulis
  • Apriliawan Hidayatullah Prodi S1 Gizi, STIKes Muhammadiyah Bojonegoro Penulis

Kata Kunci:

Status gizi, asupan lemak, remaja

Abstrak

Latar Belakang: Prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas pada remaja di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, dengan asupan lemak sebagai salah satu faktor potensial. Namun, bukti lokal mengenai hubungan asupan lemak dengan status gizi pada populasi remaja, khususnya di Jawa Timur, masih terbatas.Tujuan: Menganalisis hubungan antara asupan lemak dengan status gizi pada remaja usia 13–15 tahun di SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 75 siswa dipilih secara acak sederhana. Data asupan lemak dikumpulkan melalui foodrecall 24 jam selama dua hari tidak berurutan, sedangkan status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) berdasarkan standar WHO AnthroPlus. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman.Hasil: Mayoritas responden memiliki asupan lemak tidak baik (70,7%), dengan rata-rata asupan 131,8 gram/hari. Sebanyak 45,3% responden berstatus gizi normal, 52,0% mengalami kelebihan berat badan, dan 2,7% termasuk gizi kurang. Analisis statistik menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara asupan lemak dengan status gizi (rho = -0,315, p = 0,004).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan lemak dengan status gizi pada remaja di lokasi penelitian. Asupan lemak yang lebih tinggi cenderung berkaitan dengan status gizi lebih. Temuan ini mengindikasikan pentingnya program edukasi dan intervensi gizi yang terarah di lingkungan sekolah..

 

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-27