Penerapan Metode ABC Dalam Pengendalian Persediaan Obat di Gudang Matkes salah satu Rumah Sakit di Jawa Timur

Penulis

  • Ratna Prita Agustina Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit, STIKes Muhammadiyah Bojonegoro Penulis
  • Istiqlal Fithri Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit, STIKes Muhammadiyah Bojonegoro Penulis
  • Hartatik S1 Administrasi Rumah Sakit, Stikes Muhammadiyah Bojonegoro Penulis
  • Iin Rahayu Kurniawati Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit, STIKes Muhammadiyah Bojonegoro Penulis

Kata Kunci:

Kata kunci: Metode ABC, Pengendalian Persediaan, Logistik Rumah Sakit

Abstrak

ABSTRAK

Latar belakang: Pengendalian persediaan obat sangat penting dalam manajemen logistik rumah sakit karena berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan. Metode ABC digunakan untuk mengklasifikasikan obat berdasarkan nilai pemakaian dan invetasi sehingga memudahkan penentuan prioritas pengendalian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Metode ABC (Always Better Control) dalam pengendalian persediaan obat di gudang matkes salah satu rumah sakit di Jawa Timur. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian non eksperimental dengan analisis deskriptif menggunakan data kualitatif dan kuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan teknik total sampling kepada petugas gudang matkes, sedangkan data sekunder diperoleh dari data pemakaian obat bulan Januari- Desember 2024 dengan teknik purposive sampling. Hasil : Terdapat 44 jenis (12,83%) obat yang tergolong kelompok A, yaitu obat dengan penggunaan anggaran sebesar 69,70% dari total anggaran obat, 68 jenis (19,83) obat yang tergolong kelompok B, yaitu obat dengan penggunaan anggaran sebesar 20,16% dari total anggaran obat dan 231 jenis obat (67,35%) obat yang tergolong kelompok C, yaitu obat dengan penggunaan anggaran sebesar 10,14% dari total anggaran obat. Kesimpulan : Metode analisis ABC perlu diterapkan untuk memberikan prioritas berbeda pada tiap kelompok obat, di mana obat dengan nilai investasi tinggi memerlukan pengendalian lebih ketat. Penerapan metode ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan anggaran, pengadaan, dan pengelolaan stok obat agar lebih efisien dan tepat sasaran.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-27